Minggu, 28 Januari 2018

Hacker meretas bursa Kripto di Jepang 7,1 Trilliun Raib

 


Cryptocirclenews – Dunia kriptokurensi kembali dikagetkan dengan adanya peretasan oleh hacker pada bursa milik Coincheck jepang, angka yang sangat fantastis berhasil dibawa kabur oleh sang hacker. Kurang lebih 7,1 triliun rupiah dalam bentuk coin NEM hilang pada bursa tersebut.

Atas kejadian itu 26 januari 2018, pihak bursa melaporkan kejadian kepada polisi dan otoritas keuangan yang menangani bagian bursa di jepang. Sejak saat itu seketika pihak coincheck menghentikan seluruh aktifitas deposit dan penarikan dana untuk menghindari pencurian lebih lanjut dan untuk melihat manajemen keamanan pada platformnya. 

Lon Wong selaku Presiden NEM Foundation pada tweet pribadinya memposting bahwa Bursa Coincheck telah diretas dan menyebutkan bahwa peretasan tersebut merupakan pencurian terbesar dalam sejarah kriptokurensi.

Dalam pernyataan Badan Layanan Keuangan (FSA) Jepang mengatakan:
“Langkah awal kita akan memahami secara detail, Apa masalah yang terjadi sebenarnya”.
Dari peristiwa tersebut, harga kripto sempat menurun terutama harga NEM yang turun hingga 20%, sedangkan bitcoin di turun mencapai 10%.

Sementara itu bursa Coincheck ini, merupakan bursayang belum mengikuti standarisasi izin di Jepang, karena belum resmi terdaftar di FSA Jepang (jika di indonesia BAPPETI). Dalam berita Nikkei menyatakan pada april lalu jepang telah memperbaharui proses registrasi pada bursa kripto dan baru 16 yang terdaftar secara resmi. Sementara Bursa Coincheck sebenarnya sudah mendaftarkan di Biro Keuangan Lokal, Kanto, namun proses registrasi itu masih belum dinyatakan lolos.

Coincheck mengumumkan pada Sabtu Januari 27, bahwa ia akan mengeluarkan pengembalian uang penuh untuk 260.000 dari para penggunanya yang telah menjadi korban haker pada Jumat lalu. Coincheck kini telah menegaskan niatnya untuk mengembalikan uang yang dicuri kepada pengguna yang terkena dampak. 

Menurut pengumuman itu, pengembalian uang akan dilakukan dengan menggunakan modal pertukaran sendiri, adapun cara pengembaliannya akan diumumkan lebih lanjut.
Selanjutnya, Coincheck telah kembali menegaskan niat mereka untuk bertahan :
”Along with our ongoing efforts to file applications to be registered as a Cryptocurrency Exchange Service Provider with Financial Services Agency, we will continue business."
Melihat gejolak yang terjadi pada 26 januari lalu memang harga NEM dan bitcoin mengalami penurunan, akan tetapi sejak adanya pengumuman bahwa Coincheck akan bertanggungjawab terhadap masalahnya tersebut bursa kripto kembali mengalami penguatan.

Terlebih bihak NEM juga melakukan langkah-langkah konkrit untuk membantu pihak Coincheck untuk memblacklist seluruh transaksi blockchain pada alamat wallet yang melakukan hacking mulai dari pengirim hingga penerima.

Sumber :
Cointelegraph dan masyarakat kripto di twitter (nem update https://goo.gl/W7H2h4)

Tidak ada komentar:
Write comments