Minggu, 11 Februari 2018

Masa Depan Bitcoin berkisar Rp 4,5 Milyar

Cryptocirclenews – Dilansir dari detik Inet bahwa Cameron Winklevoss yang dikenal selama ini sebagai salah satu Bitcoiner terkaya didunia hingga saat ini, data ini berdasarkan jurnal Forbes pada6 februari 2018 lalu, disampingitu terdapat juga saudara kembarnya yaitu Tyler Winklevoss. Dimana asset cryprocurrency mereka mencapai 900 - 1,1 Milyar dollar Amerika.

Cameron Winklevoss mengeluarkan pernyataan masa depan Bitcoin akan mengalami pertumbuhan hingga 40 kali lipat dari nilainya sekarang. Karena adanya kelangkaan membuat emas dan dengan stoknya yang terbatas, Bitcoin dinilai memiliki nilai finansial yang lebih dibanding emas, ditambah jumlah bitcoin yang sudah pasti (21 juta).

Pernyataan itu disertai dengan argumen kapitalisasi market yang sudah melewati USD 100 miliar, dia memperkirakan terdapat potensi untuk tumbuh sekitar 30 hingga 40 kali lipat, mengingat emas hanya memiliki pasar hingga USD 7 triliun.

Cameron mengatakan saat ini bahwa banyak orang yang sudah melirik ke Bitcoin, akibat dari pemberitaan dunia secara masif sehingga semua tertarik untuk mempelajari bitcoin, sehingga mereka akan menyadari bahwa bitcoin memiliki sebuah nilai finansial.

Meskipun ia tidak memberikan pernyataan secara detail mengenai pertumbuhan nilainya hingga mencapai 40 kali lipat, Cameron memperkirakan bahwa hal tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Melihat pada data dari CoinDesk saat ini, 1 BTC sendiri berada di kisaran USD 8.200 (Rp 113 juta), dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 139 miliar.

Jika pernyataan tersebut benar, hitungannya harga bitcoin tumbuh hingga 40 kali lipat, maka harga Bitcoin akan setara dengan USD 328.000 (Rp 4,5 miliar), dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 5,5 triliun (Rp 74.978 triliun). Padahal prediksi dari kapitalisasi pasar bitcoin saat ini memiliki potensi untuk terus bertambah, mengingat masih terdapat lebih dari 3 juta Bitcoin yang masih tersedia.

Tyler Winklevoss mendukung pernyataan saudaranya, Namun dengan menghadirkan perspektif yang berbeda. "Kritik yang mengarah kepada Bitcoin hanya dilakukan oleh orang-orang yang gagal berimajinasi," ujarnya, kutip dari CNBC pada 10 Februari 2018 lalu.

"Mungkin cryptocurrency tidak benar-benar penting dalam transaksi antar manusia, namun cerita menjadi berbeda ketika membicarakan tentang pertukaran nilai ekonomi antar mesin,".

Seumber : cncb

Tidak ada komentar:
Write comments