Rabu, 25 Juli 2018

Alasan Negara menjadi Antusias terhadap Cryptocurrency

 


cryptocirclenews.com – Sebagaimana cryptocurrency dapat menghipnotis setiap orang diseluruh dunia yang mengakibatkan negara mau tidak mau harus mengikuti keinginan rakyatnya. Sehingga mendorong dibeberapa negara untuk menerapkan regulasi cryptocurrency dan mencoba mengeluarkan mata uang kripto sendiri yang berjalan pada teknologi blockchain.

Untuk saat ini, bitcoin menjadi satu-satunya uang kripto yang paling mahal, karena banyak dukungan dari komunitas misalnya saja para pebisnis, otokrat dan antusiasme masyarakat yang menggunakan bitcoin. Sehingga mereka akan bekerjasama untuk menghindari sistem yang melemahkan cryptocurrency dari sanksi internasional.

Misalnya melalui regulasi suatu negara melalui bank sentral dengan cara melarang menggunakan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah. Salah satunya adalah negara kita Indonesia, melalui bank Indonesia pemerintah melarang rakyatnya untuk menggunakan bitcoin / uang kripto sebagai alat transaksi pembayaran. Walapun akhirnya Bappebti menjadikan cryptocurrency sebagai salah satu produk komoditas.

Disisi lain, terdapat negara yang mendukung penggunaan cryptocurrency sebagai alat transaksi pembayaran. Karena dinilai cryptocurrency mampu merubah sistem moneter Internasional yang cenderung politis. Sehingga dengan menggunakan cryptocurrency negara tersebut mampu berjalan bersama masyarakat Internasional untuk melakukan swadaya global. 

Nah, mari kita simak mengapa suatu negara menjadi antusias terhadap Cryptocurrency :

1. IDE datang dari Venezuela
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. menawarkan mata uang virtual yang ia sebut Petro yang mendukung 1 petro bernilai barel minyak. Menurut Maduro, negaranya menerima hingga $5 miliar dalam pembelian token pada minggu pertama presale Februari lalu. 

Kita tahu bahwa Venezuela mengalami krisis (krisis yang terjadi di venezuela akibat sanksi yang diberikan oleh AS ), hingga uang fiatpun menjadi tidak berguna disana. dengan cara itu Venezuela dapat mengakses mata uang asing dan memperoleh barang/jasa dari seluruh dunia melaui token petro dan bitcoin.

Namun ternyata itu tidak sesuai espektasi dari rencana Maduro. Ternyata parlemen yang dikontrol oleh oposisi divenezuela menyatakan bahwa Petro dikatakan mata uang ilegal, dengan begitu presiden Donald Trump waktu itu menandatangani dengan memblokir seluruh transaksi mata uang digital, koin digital atau token digital yang dikeluarkan oleh Venezuela.

2. Negara Pendukung Cryptocurrency
Bank sentral Rusia berencana untuk meloby beberapa negara, termasuk Brasil, Cina, India dan lima bekas republik Soviet. untuk membicarakan cryptocurrency multinasional, jika ini disetujui setidaknya terdapat 40% populasi didunia menggunakannya. (link artikel terkait).

Deputi Gubernur Bank of China, Fan Yifei, menulis sebuah artikel yang memublikasikan kemungkinan mata uang digital yang akan dikeluarkan bersama lembaga-lembaga komersial China. 

Di Swedia, di mana penggunaan uang tunai lenyap, sehingga bank sentral sedang melakukan riset untuk mengeluarkan mata uang digitalnya sendiri yaitu E-krona. karena kekhawatiran bahwa penggunaan mata uang virtual lainnya yang dikendalikan oleh aktor swasta dapat membahayakan daya saing dibeberapa negara.

3. Definisi Cryptocurrency menurut Swasta (Non-pemerintah)
Sampai saat ini, Bitcoin sudah memiliki banyak pesaing dan peniru. terlebih mereka sudah berkembang dan berjalan secara independen dari otoritas pusat. Karena, ternyata teknologi blockchain yang dibalut dengan cryptocurrency tidak menghalangi adanya sentralisasi. Jadi, banyak pengusaha berlomba-lomba menerapkan cryptocurrency melalui proyek crowdfunding dengan menerapkan cryptocurrency yang dibalut dengan teknologi blockchain yang dapat dikontrol (sentralisasi).

Jadi, secara teori sebenarnya pemerintah dapat membuat uang crypto sendiri yang memiliki kendali yang lebih besar terhadap mata uang kripto dibandingkan dengan mata uang kertas. sehingga secara realtime dapat mengawasi semua transaksi yang dicatat pada buku besar blockchain.

4. Manfaat jika Negara menerbitkan Cryptocurrency
Salah satunya dapat mengatur pasokan uang melalui perubahan suku bunga (mengatur kebijakan moneter) akan jauh lebih mudah dibanding dengan jumlah fiat yang masih berfungsi, terlebih dapat diketahui secara langsung. Sehingga ini menjadi lebih efektif dan hemat biaya. Pemerintah dapat menindak penggelapan pajak, karena transaksi akan dapat dilacak.

Kita tau bitcoin menjadi sangat populer di kalangan orang yang ingin menghindari kontrol pemerintah terhadap mata uang. Jadi, dengan menjadikan mata uang kripto sebagai alat pembayaran juga dapat dimanfaatkan sebagai media pengawasan. Mungkin ini juga dapat menjadi gagasan menarik bagi pemerintah yang tidak menyukai sistem keuangan yang diatur oleh sistem moneter Internasional, termasuk ketika pemerintah  sedang menghadapi sanksi internasional.

5. Bagaimana cryptocurrency dapat digunakan untuk menghindari sanksi Internasional
Amerika Serikat selalu berupaya memberlakukan sanksi dengan cara memblokir bank dan perusahaan yang berbisnis dengan negara target melalui sistem keuangan. Tetapi jika pemerintah memiliki mata uang crypto sendiri, transaksinya mungkin tidak dapat dideteksi oleh otoritas AS.

Walapun sebenarnya bitcoin dapat memberi jalan sanksi juga, seperti fluktuasi harga yang berubah-ubah. walapun demikian negara yang terkena sanksi Internasional akan berjuang untuk mendapatkan cukup bitcoin agar negaranya mampu memiliki pengaruh terhadap harga bitcoin.

6. Cryptocurrency membatasi sistem moneter Internasional
Sistem keuangan global yang didominasi oleh negara barat, disamping itu banyaknya aturan, norma dan institusi yang disepakati secara internasional memungkinkan negara saling bekerjasama melalui berdagang dan berinvestasi. Amerika Serikat menjadi bagian penting dalam menjalankan kendali atas moneter, karena dolar yang selalu mendominasi setiap transaksi keuangan.

Jika cukup banyak negara yang mengatur mata uang digital mereka sendiri, mereka akan beroperasi di luar kerangka moneter. Walapun ini mempengaruhi jalannya sistem bank global seperti Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa.

7. Posisi Perbankkan dimasa depan
Ketika melihat banyak kasus secara menyeluruh, teknologi blockchain akan menggantikan proses kliring yang sekarang ditangani oleh bank komersial. Ini menjadi sebuah problem bagi perbankkan karena akan memotong aliran pendapatan. Meski demikian, bank masih memungkinkan sebagai perusahaan yang menukarkan uang kripto satu dengan crypto lainnya (exchange) atau sebagai perusahaan kredit dan hipotek. [ed]


Tidak ada komentar:
Write comments